Serpihan kisah yang mungkin bukan hanya aku yang pernah menjalani kisah ini….
Aku tak menyangka aku terjatuh dan hanyut dalam keadalaman yang orang bilang itu cinta………………….,
Sekali lagi……itu “Cinta”
Dia membuatku meneteskan air mata..
Cinta….! ini yang membuat ku tak berdaya
Aku malu….!
Bukan ..,bukan malu tak mendapkatkan cinta itu…
Aku mlau pada sosok seorang perempuan yang telah melahirkanku….”Dia” Sosok yang terbaik dalam hidupku….
“ namun aku tak berdaya menahan rasa ini”” sekuat tenaga aku sembunyikan lara ini” aku tak mau dia tau kalau aku sedang terluka….,,
Oleh karena itu ku tuangan gelisah ku ini ………di sini..
Setidaknya saat ku keluarkan kegundahan ku….keluargaku tak melihat tangisan ku terutama “bunda” …
Aku ingin keliahatan terus bahagia….depan sosok terhebat dalam hidupku…
Saat Kau Pergi..
Saat janji terucap begitu indah sekali di hati….
Walau berat aku yakini….
Hingga akhirnya kau pergi…
Kutahan sesak didada, kau yakinkan kau akan kembali…
Aku Percaya……….!
Hanya Harapan Da’a serta keyakinan yang ada dalam dada……,aku terus tersenyum, walau hati tak ijinkan kau pergi…namun aku percaya kau kan kembali…
Ketika Rindu Menjadi Kelabu….
***************************
Saat KAU tak lagi bersama jasadku....
Namun jiwa ku terus merindumu…,,
Detik , terus kutatapi…,Hari kulalui..dan harapan terus mengalir…..dalam kalbu…
Semakin hari….,semaaakin berat!
Rasa itu terus ada dalam ingatanku….., ku anggap engaku ada…
Ku tepis semua gelisah….,gundah….,serta waswas…ku, dengan terus memohon kepada sang pencipta…,
Subhanallah…………..,Rasa itu benar” membuat tak karuan..
Sang Maha yang Maha Cinta memberi ku cinta…kepada dia begitu indah dan besarnya…,, Namun ini ujian, untuku……….Hingga keimanan ku semakin tergeser rasa itu ,Astagfirullah…. !“ aku tak sadar ! hanya dia dalam otaku, hingga ku tak peduli dengan raga ku…”
Hingga ketika rindu itu benar” ………dalam hatiku…
Dia tak juga kunjung….,!dia terbawa angin entah apa…??hingga aku tak bisa membedakanmu…dan semakin tak bisa melihatmu…,,?
Dan akhirnya ……….semua menjadi kelabu……………….
*************************************************
Dia Kini di Borneo….
“Dia” hadir ketika aku kehilangan dia…dia…yang lain…,dan “dia” bilang tak sama dengan mereka….
Aku Percaya…, hingga dia terus beri semangat baru buat ku, begitupun aku sebaliknya…,,aku tak memandang dia sebagai apa, dan bagaimana, aku terima dia dengan keadanya saat itu…,aku percaya….”Dia mampu memperjuangkan hidupnya dan sanggup untuk menjadi lebih baik seperti dia inginkan….,”aku hanya bisa bilang sabar pada Dia…”karna aku percaya Dia mampu….,,dan Alhamdulilah benar Do’a kita terkabul …Sang pencipta…,”Dia” mendapat keinginan yang dia inginkan ,,,,ini Kebahagian namun sedikit kesedihan bagiku,, karna aku takut dia berubah…karna terpisah jarak dan waktu , kita tak menyangka sebelumnya…bakal sejauh ini..
Banyak yang kita lalui….walau sekedar mengingkatkan satu sama lain,, bagiku itu membuatku bahagia….
Akhirnya Dia Terbang ke kota seberang……,di mana ad perbedaan waktu di antara kita…,,Aku pun tak punya hak untuk menghalangi karir pertamanyanya , aku pun malah mendukung…meskipun sedih, tapi aku bahagia campur duka…,aku bahagia liat dia bahagia…,.aku pun tetap menjaga janjiku, hatiku….,aku tak pedulikan saat banyak dia..dia..yang lain datang mengahmipri ku..,aku tetap menunggu Dia…walaupun ada sedikit ragu karna aku telat mengetahui asal usul Dia…, namun aku dah terlanjur sayang sama dia…,meskipun orang terdekat ku mengingatkan ku..kalau aku dan Dia dari latar belakang yang berbeda…,,”blom tentu aku bisa di terima keluarganya…kita hanya orang biasa…,itu kata” yang di katakan keluarga ku ”aku tak pedulikan kata-kata mereka…walapun itu membuat ku resah, dan terus berkata dalam hati…,iya juga, kenapa aku tak tau sebelomnya, …,aku kira dia sama sepertiku ….,,mungkin seandainya aku tau Dia dari keluarga yang berada dan penuh dengan gelar…tak berani aku menerima nya,, karna.. aku sadar siapa aku dan keluaragku…,aku hanya bisa termangu dan tersenyum...dalam kebinggungan..
Dan ternyata benar… ketika “Dia benar’’bahagia…di sana…dia luuppa….,aku tak berdaya… sedikit tak menyangka, namun apa daya aku manusia biasa…aku hanya bisa menerima , ku terima keadaanku ,walau memang tak mudah ku jalani hari”ku tanpa Dia…apa lagi banyak kenangan bersamanya karna memang dia sebelumnya teman sekelasku hingga kita di pertemukan kembali setelah 7 tahun, karna memang dia melanjutkan di SMA yang berbeda hingga keperguruan tinggi, mungkin ini ujian dan jalan takdirku…dari sang pencipta..,untuk menguji kesabaranku dan keikhlasanku…,hingga akhirnya aku benar” kehilangan Dia yang selama ini menganggapku “embun pagi”
Namun kutetap mendoakanya semoga dia selalu dalam lindunganya…,
Terima Kasih atas pertemuanya dengan dia walaupun semuanya tealah sirna…,,kini ku jalani hari –hariku dengan senyuman…walaupun ada rasa bersalah terhadap keluaragaku, namun mereka selalu ada bersamaku,,,,begitu pula sahabat-sahabat ku…mereka benar benar ada…dan terus mengingatkan ku,,,semuanya blom berakhir…,bahkan aku malu karna slama ini aku sering memberi nasehat pada sahabat”ku,,tapi kini aku sendiri terpuruk saat di tinggalkan oleh orang yang kita sayang..,,akhirnya aku pun kembali untuk menata hidupku….,,ku lajutkan kegiatan ku sep biasa memberi motivasi dan sedikit berbagi keahlian yang aku miliki…buat orang –orang yang membutuhkanku, yang sudah ku geluti kuarang lebih 3 tahun, dan melanjutkan belajarku di universitas terbuka aku akan berusaha semampu aku ….,pasti akan ada jalan … tak ada kata terlambat..meskipun ada beberpa yang tak setuju dengan jalan hidupku, aku ingin bahagiakan ke dua orang tua..ku, meskipun jurusan yang aku ambil kurang sesuai dengan keinginanku, ini pilihan dari ayahku,,aku manut aku dah sering mengecewakannya…, aku yakin semuanya sudah di atur oleh sang maha pencipta…,,… akan ada yang lebih indah di balik kejadian ku dengan Dia…,SALAM BUAT DIA………………..TERIMA KASIH……………………………………………SEMUANYA………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar